Seguici
  • Twitter
  • Facebook
Mengenai Asal usul Pengkodifikasian Al-Quran

Mengenai Asal usul Pengkodifikasian Al-Quran

Banyak dari kita tak mengetahui bahwa Al-Quran dahulu tidak berbentuk kodifikasi seperti ketika ini. Al-Quran dulu yaitu wahyu yang diwariskan kepada Nabi Muhammad SAW dan belum dikodifikasikan. Berkat jasa Umar Bin Khattab terjadilah dinamika penulisan Al-Quran sehingga Al-Quran dapat terkodifikasikan seperti yang kita ketahui kini. Pengkodifikasian hal yang demikian berawal pada dikala perang Yamanah.

 

Dalam perang tersebut banyak prajurit terbunuh khususnya dari kalangan penghafal Al-Quran. Melihat kejadian semacam itu lalu Umar mengambil inisiatif untuk mengkodifikasikan Al-Quran. Via pro kontra dengan Abu Bakar yang saat itu menjadi khalifah akibatnya diambil keputusan bahwa inspirasi Umar untuk mengkodifikasikan Al-Quran. Proses pengkodifikasian hal yang demikian juga berlangsung cukup lama merupakan sekitar satu tahun. Dalam melaksanakan hal ini Umar memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk melaksanakannya. Supaya ini bukan tanpa alasan karena Zaid merupakan orang yang menulis di hadapan Rasulullah ketika beliau menerima wahyu.

 

Kecuali pengkodifikasian bisa dilakukan dengan baik dan tanpa melewatkan apa malahan maka dilakukanlah dua metode sekalian dalam dinamika penulisan Al-Quran. murah internet ia menerapkan sistem memakai wahyu yang pernah ditulisnya dulu dengan disertai oleh dua orang saksi. Selain metode hal yang demikian Zaid menggunakan sistem dengan metode mencatat hafalan Al-Quran dari para teman. Agar tersebut dilaksanakan untuk memperjelas potongan wahyu yang akan dikodifikasikan nantinya. Selain itu dengan kedua cara tadi diinginkan bisa menemukan potongan wahyu yang hilang atau sebagainya.

 

Maka pengkodifikasian tersebut hasilnya diserahkan terhadap Abu Bakar dan selanjutnya setelah Abu Bakar wafat kodifikasian tadi dimiliki oleh Utsman bin Affan. Memandang hal tersebut tentu saja kita semestinya berterimakasih kepada Umar bin Khattab sebab bila bukan karena inisiatifnya kita tak mungkin mengetahui Al-Quran yang kita kenal ketika ini.

 

Perjuangannya untuk menjalankan inisiatif dalam dinamika penulisan Al-Quran memang cocok untuk diacungi jempol. dari itu sebagai umat Islam, kita semestinya mengapresiasi hasil usaha beliau untuk mengkodifikasikan Al-Quran salah satunya dengan rajin membacanya. Kecuali itu kita juga semestinya bersyukur maka bayangkan saja apabila Al-Quran tidak dikodifikasikan tentu saja jika akan benar-benar kesusahan ketika berkeinginan membacanya.