Seguici
  • Twitter
  • Facebook
Mengenal Gejala Virus Corona

Mengenal Gejala Virus Corona

Virus corona atau COVID-19 penyebarannya semakin meluas diseluruh dunia, update korban virus corona ini sendiri sudah masuk hingga ke Indonesia. Publikasi masuknya virus corona ke Indonesia disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020 setelah dua orang kelompok Depok positif terinfeksi virus tersebut setelah melakukan kontak dengan warga negara Jepang yang berkunjung ke Indonesia.

 

Virus corona sendiri merupakan jenis virus baru yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya pada khalayak. Virus ini termasuk jenis virus yang dapat menyebabkan luka pada hewan & juga manusia. Di dalam manusia virus corona dapat menyebabkan sengketa pernafasan seperti flu hingga penyakit yang cukup serius diantaranya MERS, SARS, radang paru-paru bahkan dapat menyebabkan kematian.

 

Jika dilihat dari dampak yang dikarenakan oleh virus corona tersebut bukan sesuatu yang dapat dianggap remeh. Update korban virus corona yang meninggal di seluruh bumi akibat COVID-19 sampai saat ini mencapai 4009 orang. Untuk ini diperlukan pengenalan tanda yang disebabkan luka virus corona sebagai informasi serta agar dapat menekan banyak kematian akibat terjangkit virus tersebut.

 

Berdasar pada umum gejala yang nampak saat terinfeksi virus corona berona demam tinggi di atas 38 derajat celcius disertai flu, batuk, sesak napas, & sakit tenggorokan. https://sultranow.com/ -gejala yang timbul tersangkut ringan dan muncul secara bertahap. Tetapi ada beberapa skandal orang yang terinfeksi virus corona bukan menunjukkan gejala segala sesuatu pun.

 

Orang yang terinfeksi virus corona mempunyai gejala yang mirip dengan orang yang terserang influenza, seperti demam, flu, dan batuk. Persamaan tersebut membuat identifikasi menjadi cukup sukar sehingga diperlukan investigasi laboratorium untuk memastikan seseorang telah terinfeksi virus corona. Untuk itu WHO menganjurkan setiap orang yang mengalami gejala serupa untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, dan mewujudkan informasi riwayat perjalanan selama 14 hari terakhir.

 

Waktu pengeraman merupakan waktu yang dibutuhkan sejak tatkala tertular hingga muncul gejala terinfeksi virus. Masa inkubasi untuk COVID-19 ini berdasarkan kasus yang telah banyak dijumpai diperkirakan lebih kurang 21 hari. Tapi jika merujuk peristiwa corona sebelumnya yaitu SARS dan MERS waktu inkubasi virus corona tersebut lebih kurang 14 hari.

 

Tempat tinggal dan riwayat tempat yang pernah dikunjungi akan menentukan resiko terinfeksi COVID-19, sehingga setiap orang mempunyai resiko yang terserah faktor wilayah. Untuk saat ini sekitar 95% kasus COVID-19 tercipta di negara asalnya yaitu Cina, tepatnya di Provinsi Hubei yang memiliki tingkat penyebaran infeksi yang paling tinggi.

 

Penularan COVID-19 terjadi dari wong ke manusia dengan perantara nabi cairan dari monyong dan mulut yang menyebar ketika penderita COVID-19 batuk / bersin serta dengan perantara benda lain yang terkena droplet tersebut. Sehingga dibutuhkan kesiapsiagaan dan tindak penguasaan salah satunya mengenali tanda yang terjadi kelanjutan terinfeksi COVID-19 sehingga menghindari kesalahan yang fatal. Bagi Dikau yang ingin memperoleh update korban virus korona dapat menyelami halaman web yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan.