Seguici
  • Twitter
  • Facebook
Ketatnya Persaingan Antar Pengembang Perumahan Bersubsidi

Ketatnya Persaingan Antar Pengembang Perumahan Bersubsidi

Pekatnya aura kompetensi saat ini tidak hanya berlangsung pada bidang ragam raga saja, tetapi juga terjadi di bidang lain diantaranya di dunia bisnis dan industri milik. Para pengembang milik terus berlomba - lomba dalam pertarungan untuk jadi yang terdepan dalam profesi pengembangan dan penjualan propertinya. Persaingan itu juga sangat terasa pada pengembangan perumahan bersubsidi dan real estate untuk masyarakat berpenghasilan rendah beserta menggunakan skema pembayaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

 

Seperti yang terjadi saat berlangsungnya salah satu ekshibisi properti terbesar dalam Indonesia, yaitu Nusantara Properti Expo (IPEX) 2019 yang dijalankan di JCC Senayan, Jakarta. Pada acara tersebut, para pengembang termasuk Delta Group Property berusaha & bersaing untuk dapat menawarkan berbagai ulah promosi yang memukau yang dapat menumbuhkan persentase penjualan produk properti mereka. Pariwara yang ditawarkan sejak down payment atau uang muka nol rupiah, potongan harga jual, cicilan yang sangat murah, terlintas bonus pemberian seperangkat peralatan dan perlengkapan rumah yang hendak diberikan secara semata-mata - cuma alias gratis.

 

Tidak seharga sampai disitu, para pengembang yang menyidik acara tersebut pula melengkapi para salesnya dengan berbagai brosur dengan design yang menarik hingga sejenis yang sangat atraktif guna menarik perhatian para calon pembelinya. Ketika perhatian para calon pembeli sudah biasa terambil, para pembeli pastinya akan mampir ke stand pengembang tersebut. Di tara ini lah permainan kata - tanda dari para daya pemasaran pengembang start bermain. Mereka akan berusaha membujuk getah perca calon pembeli secara menawarkan keunggulan - keunggulan yang dimiliki oleh para pengembang tersebut sampai terjadinya kesepakatan pembelian satu property.

 

Ketatnya persaingan dalam acara ini membuat para pengembangan perumahan bersubsidi & real estate mesti berpikir ekstra di mengatur strategi pemasarannya. Karena jika salah dalam menggunakan tata pemasarannya, pengembang milik tersebut tidak akan jadi keuntungan yang besar, bahkan berpotensi memperoleh kerugian akibat propertinya tidak laku terjual. Dalam acara tersebut, para pengembang wisma murah terlihat terpusat di deret daksina Hall B JCC. Stand mereka berjejer dengan rapih dari tengah hingga besok gedung.

 

Tidak hanya terlihat dalam pertunjukan itu saja, pertarungan pun juga terlihat lebih sengit pada lokasi pengembangan milik. Bahkan ada uni kelurahan yang dalam kecamatan Gunung Putri di Kabupaten Kabupaten bogor yang di dalamnya berdiri 13 sampai 14 perumahan yang berasal dari pengembang property yang bertentangan, salah satu pengembangnya yakni Delta Group Property. Dalam satu perumahan saja terdapat 20 hingga ratusan unit rumah dengan design bangunan yang bermacam rupa dan dibuat dengan semenarik mungkin untuk menarik minat calon pembeli. deltaproperty.co.id , para pengembang juga berusaha untuk selekasnya mungkin menyelesaikan pembangunan dari unit wisma yang sudah dalam beli oleh pengguna.