Seguici
  • Twitter
  • Facebook
5 Tips Sejahtera buat Traveler Pra Naik Kapal Laut

5 Tips Sejahtera buat Traveler Pra Naik Kapal Laut

jadwal kapal pelni kecelakaan transportasi perairan menimpa dua armada kapal belakangan ini. 2 pekan dulu, KM Ramos Rosma Marisi tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara. Lantas baru-baru ini terjadi sedang kecelakaan yang menimpa KM Lestari Pelik di perairan Selayar.

 

Kesedihan kapal samudra tersebut tidak pelak membangkitkan kecemasan kalau sebagian traveler yang hendak menumpang bahtera. Namun tidak perlu rambang berlebihan. Benih, ada kaum hal yang dapat diperhatikan untuk menyelesaikan diri atas kecelakaan dampak human error.

 

Pengamat transportasi maritim atas Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Raja Oloan Saut Gurning, saat dihubungi Tempo di dalam Rabu, 4 Juli, menunjukkan setidaknya getah perca pelancong puguh memperhatikan lima tip dibawah ini.

 

1. Reseptif terhadap keadaan kapal
Pelancong disarankan melihat-lihat lebih lepas kondisi kapal sebelum lewat. "Pertama, jika kondisinya padat dengan kira-kira, penumpang, & kendaraan, oleh sebab itu tanyakan lawan petugas apakah kapal benar-benar aman, " tutur Saut. Bila bahtera terasa oleng saat masih menepi di dermaga, sepatutnya penumpang merisik tidak bertambah kapal mereka. "Pastikan miring bukan olehkarena itu gelombang, namun demikian karena muatan, " katanya.

 

2. Memastikan ketersediaan pelampung
Bila penetapan kapal diperkirakan aman dan stabil, traveler sebaiknya mengingat letak rok pelampung. "Tanyakan kepada jasmani kapal teritori baju pelampung, " ujar Saut. Sebaiknya traveler kian dulu memastikan apakah jumlahnya itu setara dengan banyak penumpang / tidak. Total pelampung pantas sesuai dengan standar Rasam Internasional untuk Keselamatan Penumpang di Laut atau SOLAS.

 

Warga positif evakuasi tumpuan yang tersembunyi saat KM Lestari Tumbuh tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Daksina, Selasa, 3 Juli 2018. Kapal pergi dari Pesanggrahan Bira, Bulukumba, menuju Kota Kepulauan Selayar.

 

3. Memproklamasikan ketersediaan biduk
Selain pelampung, ketersediaan sekoci perlu diperkirakan keberadaannya. Kano idealnya dipasang di 2 sisi lambung. Sekoci kudu layak, mesti, pantas, patut, perlu, wajar, wajib, mampu menggaplok 100 bonus penumpang. Bahtera yang tumplak standar pula harus punya life-raft ataupun kapal yuwana untuk raga kapal beserta kapasitas 25-30 persen dari jumlah penumpang.

 

4. Mengasi adanya informasi keselamatan

Pikir Saut, kapal atau skuadron yang bagus umumnya menyampaikan informasi ketenteraman dan susukan jalur evakuasi bila terjadi kecelakaan. "Penumpang harus luar biasa tahu wilayah emergency atau wilayah kumpul untuk mengambil life-boat ataupun kapal biduk sambil mengendarai baju pelampung, " ucapnya.

 

5. Menilik perusahaan pencedok kapal
Pelancong lebih elok mengecek industri pemilik kulit melalui Dunia maya sebelum menggelinding. "Mungkin itu sedikit rumpil, tapi tidak kalah penting, " tuturnya. Biasanya, omongan dia, kongsi pelayaran ataupun pemilik kapal yang elok cenderung transparan memberikan informasi terkait secara berbagai hal yang dapat diakses publik menyerempet kapal ini. Hindari perusahaan yang tersembunyi memberikan informasi, misalnya menuburkan kondisi kapal, yang mungkin dalam keadaan tidak rapi berlayar.